Agenda Bahtsul Masail Lbm Pbnu Tentang Kehalalan Vaksin Covid

Written by Andali on July 24, 2020 in Efek vaksinasi covid with no comments.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait pemberhentian vaksin AstraZeneca. PT Bio Farma menyampaikan kandungan dari vaksin COVID-19 yang dibuat perusahaan asal China, yakni Sinovac Biotech Ltd. Seluruh muatan yang terkandung dalam vaksin itu dipastikan aman dan sesuai standar internasional. “Tidak mengherankan, saat ini kami sedang mencari mitra untuk menyelidiki potensi kandidat vaksin SADS-CoV untuk melindungi babi,” kata Baric.

Bila ingin mengisi lebih dari satu calon peserta, maka Anda harus mengulang proses pendaftaran dari awal. Hoaks dan konten provokatif ini sangat mengesalkan karena bisa mengganggu proses penanganan efek pandemi oleh pemerintah. Rizky Ika Safitri, Communication for Development Specialist UNICEF menyatakan bahwa hoaks berbahaya karena dampaknya nyawa.

Arus informasi di media sosial dan kanal berita on-line sungguh deras, dan kita harus mampu memilah mana yang baik dan mana yang hoaks. Jangan sampai percaya hoaks corona karena akan menghalangi kinerja pemerintah dalam menangani pandemi covid-19. Kita masih berjuang melawan agar tidak terkena corona dan menuruti anjuran pemerintah untuk menaati protokol kesehatan. Pemerintah sejak awal pandemi sudah mencanangkan program 3M yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Saat ini bahkan ditambah 2 poinnya menjadi 5M yakni mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.

Menurut laporan LPPOM MUI yang disampaikan pada Komisi Fatwa MUI bahwa pada tahap penyiapan inang virus vaksin AstraZeneca ini terdapat penggunaan bahan dari babi berupa tripsin yang berasal dari pankreas babi. Sehingga disimpulkan vaksin covid-19 produk AstraZeneca hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripsin yang berasal dari pankreas babi. di Jakarta, pada Sabtu 2 Januari 2021, Eddy mengatakan pesan itu mengandung hasutan dan kebohongan sehingga berpotensi membuat kekacauan di masyarakat. Kemasan yang ditampilkan dalam pesan yang beredar adalah kemasan vaksin yang khusus digunakan untuk uji klinis seperti yang dilakukan di bandung. Sementara klaim tidak halal, dijelaskan bahwa yang menentukan halal adalah Majelis Ulama Indonesia.

Vaksin Sinovac babi

Ia pula menjelaskan, tren penggunaan tripsin babi dalam vaksin sebenarnya mulai ditinggalkan dalam prosedur pembuatan vaksin. Kini tripsin babi banyak digunakan hanya untuk kepentingan penelitian karena harganya yang lebih murah. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan Penny Lukito mengungkapkan, uji klinis kandidat vaksin virus corona yang dikembangkan Sinovac bekerjasama dengan Bio Farma telah selesai dilakukan. Prinsipnya, selama media itu dipisahkan dari produk akhirnya dan selama ada proses pensucian, maka diperbolehkan.

Di awal proses penanaman, tripsin berguna untuk menumbuhkan virus pada sel inang. Setelah virus yang ditanam tumbuh, virus akan dipisahkan dari tripsin babi. Meski dalam proses pembuatannya bersinggungan dengan babi, pemerintah sebut vaksin AstraZeneca tetap bisa digunakan karena kedaruratan. Ketersediaan vaksin yang suci dan halal sangat terbatas dan tidak mencukupi. Untuk diketahui, protein spike yang berbentuk paku di permukaan virus corona merupakan pintu masuk virus menginfeksi sel manusia melalui ACE2.

“Sertifikasi halal masih dalam proses, tapi sejauh ini kami belum menemukan adanya kandungan babi. Untungnya tripsin yang digunakan bukan berasal dari babi,” kata Muti dalam Diskusi Kehalalan dan keamanan Vaksin Covid-19, Selasa 5 Januari 2020. Dalam kandungannya ,vaksin yang diproduksi oleh perusahaan Inggris dan Swedia itu mengandung tripsin yang berasal dari babi.

Dan perhatikan “Composition and Desription” yaitu berasal dari Vero Cell atau berasal dari jaringan Kera Hijau Afrika , kemudian mengandung virus hidup yang dilemahkan dan mengandung bahan dasar berbahaya . Dalam vaksin COVID-19 dari Sinovac, jelas Penny, bahan yang digunakan adalah porcine hasil bioteknologi atau yang disebut dengan rekombinan porcine. Dilansir dari The New York Times, vaksin kembangan AstraZeneca-Oxford ini diklaim memiliki kemanjuran atau efikasi sebesar 82,four persen. “Laporan yang diterima sampai saat ini, uji klinis berjalan dengan lancar dan tidak diperoleh laporan efek yang berat. Jadi, intinya berjalan lancar dan sejauh ini hasilnya baik,” kata Retno.

Comments are closed.