Indonesia Tunda Penggunaan Vaksin Covid

Written by Andali on July 22, 2020 in Efek vaksinasi covid with no comments.

Apalagi perguruan tinggi prestisius tersebut tidak mampu membuat antivirus dalam skala besar. Kelak, saat disuntikkan ke dalam tubuh, bahan ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi. Adapun pengembang vaksin Covid-19 yang menggunakan bahan baku ini adalah Cansino, Johnson&Johnson, dan Gamaleya. Sama seperti ChAdOx1, Ad5 atau Ad26 adalah bahan baku vaksin yang berasal dari adenovirus. Para peneliti menambahkan gen virus corona ke jenis adenovirus, yaitu Ad5 atau Ad26 untuk direkayasa.

Lalu, jumlah ini meningkat 22 persen setelah mereka menerima suntikan kedua vaksin Pfizer. Senada dengan Jerman, Spanyol juga memberikan vaksin AstraZeneca untuk lansia. Terkecuali, warga usia dewasa muda yang sudah mendapat surat rekomendasi dokter terkait resiko fatal jika tak segera divaksinasi Corona dan memiliki kemungkinan kecil mengalami efek samping serius.

Vaksin ini bekerja dengan mengajarkan sistem imun Anda untuk menghasilkan antibodi bagi protein virus corona. Virus yang sudah tidak aktif ini selanjutnya akan dicampurkan dengan beberapa senyawa yang bisa meningkatkan respons terhadap vaksin. Kelak, saat disuntikkan, vaksin dari bahan baku ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi terhadap virus sehingga kebal nantinya. Titik pijak MUI menghukum haram vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca memang terletak pada tripsin yang berasal dari pankreas babi.

Vaksin Astrazeneca berasal darimana

Laporan hasil kajian langsung diserahkan ke Komisi Fatwa MUI untuk ditetapkan standing halal-haramnya. Bogor – Berdasarkan hasil kajian dokumen yang dilakukan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia terhadap penggunaan bahan asal babi pada proses pembuatan COVID-19 AstraZeneca yang diproduksi oleh SK Biosicience Co. Ltd., Korea, disimpulkan bahwa vaksin ini menggunakan tripsin asal babi pada proses pembuatannya. Meski demikian, Fatwa MUI No. 14 tahun 2021 tetap membolehkan penggunaannya dgn alasan darurat. Lanjutnya, sambill menunggu kinerja BPOM pihaknya juga akan melakukan kajian kualitas atas 1,1 juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca yang sudah datang beberapa waktu lalu.

Keputusan MUI menetapkan vaksin Covid-19 AstraZeneca haram berdasarkan hasil rapat komisi fatwa. Dalam rapat tersebut, MUI mendengarkan penjelasan pemerintah pusat, Badan Pengawas Obat dan Makanan serta PT Bio Farma. Wilayah utara Italia, Piedmont, mengatakan pada hari Minggu (14/3) bahwa daerah tersebut akan berhenti menggunakan sejumlah vaksin virus corona AstraZeneca. Hal ini dilakukan setelah seorang guru meninggal setelah mendapatkan vaksinasi pada hari Sabtu (13/3).

Sementara itu, produsen Vaksin Covid-19 AstraZeneca menegaskan, vaksin buatannya tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewan lainnya. “Sudah banyak kita kehilangan keluarga, teman dan sahabat terdekat kita. Semakin cepat kita melakukan vaksinasi semakin cepat kita mencapai kekebalan, semakin cepat kita keluar dari pandemi ini,” tandas dia. Nadia mengatakan, vaksin Covid-19 AstraZeneca sudah disetujui penggunaannya lebih dari 70 negara di dunia. Termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir dan Aljazair. Alumni Institut Teknologi Bandung ini menyebut, penularan Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Dossier merupakan dokumen yang berisi bahan lengkap terkait Vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca. Hasan pun berharap vaksin AstraZeneca dapat diberikan kepada para santri, ustadz serta ustadzah. “Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya,” kata pihak AstraZeneca Indonesia dalam siaran pers yang diterima, Sabtu, 20 Maret 2021. Nadia pun mengajak masyarakat Indonesia bersedia menerima vaksin Covid-19 AstraZeneca. Dia mengingatkan vaksinasi Covid-19 sangat penting untuk mencegah fatalitas dan mengakhiri pandemi Covid-19.

Ibarat seseorang membeli buah mangga melalui transaksi jual beli yang sah dan halal maka pembeli tidak perlu menanyakan pada penjualnya dari mana mangga ini berasal. Adapun penggunaan vaksin AstraZeneca yang haram ini atas dasar pertimbangan kemendesakan yang berskala nasional maka diperbolehkan . Dengan catatan bahwa hukum boleh ini sifatnya sementara sampai ada vaksin baru yang statusnya halal dan thayyib. “Vaksin produk AstraZeneca ini hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripsin yang berasal dari babi,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh dalam konferensi pers, Jumat, 19 maret 2021.

Comments are closed.