Langkah Cegah Klaster Keluarga Di Tengah Pandemi Covid

Written by Andali on February 18, 2021 in LIP with no comments.

Alhamdulillah, saat ini saya, suami, dan Ibu bisa berkumpul kembali dengan anak-anak dan Hesti dalam keadaan sehat. Saya dan suami dinyatakan positif, begitu juga ibu yang tinggal beda rumah. Saat itu juga saya langsung melakukan tes PCR untuk kedua anak saya Alisha Nabila dan Audrey Nadhira . Tapi sayang, waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasilnya cukup lama, tujuh hari.

Terapkan gaya hidup sehat agar enggak mudah terserang virus, termasuk berolahraga dan mengonsumsi makanan serta minuman sehat. Lakukan metode VDJ atau Ventilasi – Durasi Kong4D – Jarak, yaitu pastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan baik. Namun, hal-hal ini tidak lantas membuat masyarakat lengah dan menganggap enteng COVID-19.

Banyak sekali klaster keluarga saat pandemi ini

WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen. Mengetahui sumber potensi sumber penyebaran dari orang yang suka bepergian keluar rumah. SURABAYA – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat belum bisa menekan kasus Covid-19. “Terutama jaga jarak, sangat penting sekali. Pemimpin daerah dan pusat harus jadi teladan dan contoh,” ujarnya.

Menurut dr. Mariya, saat ini banyak sekali pasien yang datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi yang kurang baik. Sehingga, membuat dokter kesulitan mengobati karena kondisi sudah buruk. Jakarta, CNBC Indonesia – Momen libur panjang kerap dimanfaatkan untuk mengunjungi keluarga dan kolega untuk melakukan kegiatan bersama. Di masa-masa pandemi Covid-19, kita harus tetap waspada pada potensi penularan di klaster keluarga.

“Kita berada di tempat-tempat banyak orang kita pakai masker, tapi ketika bertemu dengan keluarga, kolega orang yang kita kenal mendadak merasakan turun kedisiplinan itu,” sesal Anies. Khusmedi mengatakan, beberapa orang yang telah sembuh dari infeksi Covid-19 pun masih berisiko alami gejala sisa yang dalam jangka waktu panjang mempengaruhi tingkat kualitas masyarakat. Karena ketika beraktivitas di luar berisiko bawa pulang virus ke rumah. Usahakan untuk tetap membahas hal yang penting saja dan batasi waktu maksimal 30 menit dan menjaga jarak minimal 2 meter saat berbicara.

Comments are closed.