Tips Belajar Sehat Dirumah Selama Pandemi Covid 19

Written by Andali on March 10, 2021 in LIP with no comments.

Gunakan obat-obatan yang dapat dibeli bebas misalnya obat untuk demam, batuk, dan pilek. Contohnya jika mengalami gejala demam, maka pasien bisa mengomsumsi paracetamol. Berkebun dapat menjadi salah satu alternatif aktivitas fisik di rumah yang menyenangkan bagi anak. Anak-anak bisa belajar keterampilan baru, bersenang-senang, bermain, serta mengembangkan rasa percaya diri dengan merawat tanaman di kebun.

Dengan mencatat gejala harian yang timbul, diharapkan anda dapat mewaspadai gejala-gejala yang penting dan menggunakan catatan tersebut untuk membantu Anda atau dokter yang menangani Anda dalam mengambil keputusan. Selama dalam isolasi rumah, Anda perlu memperkuat daya tahan tubuh yang akan bekerja melawan virus ini dan menyiapkan obat-obat untuk meredakan gejala-gejala COVID-19. Dalam artikel panduan yang kami sadur, tercantum beberapa pengobatan alternatif/tradisional untuk meredakan gejala-gejala COVID-19. Terapi alternatif tersebut tidak kami sertakan karena hasilnya subjektif dan kurang kuat bukti uji klinis dan dasar ilmiahnya. Namun, bila Anda merasa nyaman menggunakan terapi tersebut, selama tidak ada kontra indikasi, kami tidak melarangnya. Pasien Covid-19 bergejala ringan pun diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak gejala Corona muncul, kemudian ditambah tiga hari setelah bebas gejala.

Menyeruput teh dua hingga tiga kali sehari dapat membantu meredakan sakit tenggorokan. Semprotan minyak peppermint yang diencerkan juga dapat meredakan radang tenggorokan pada anak. Untuk bayi di atas three bulan, bicarakan dengan dokter anak tentang memberikan asetaminofen atau ibuprofen pada bayi untuk mengatsi demam, jika diperlukan. Mereka juga dapat memberi tahu dosis yang tepat yang aman untuk Si Kecil.

Jika jumlah orang yang tertular virus corona tidak terlalu banyak, maka para tenaga medis bisa memiliki waktu, tenaga, dan sarana yang cukup untuk mengobati mereka yang sudah terpapar virus COVID-19 secara efektif dan efisien. Diharapkan, keputusan untuk physical distancing ini dapat menjadi jawaban untuk menghindari membludaknya pasien di rumah sakit, seperti yang terjadi di China dan Italia. Physical distancing sangat penting untuk memerangi pandemi COVID-19, khususnya selama belum ada vaksin yang berhasil ditemukan seperti saat ini. Kita harus melakukan segala upaya untuk sebisa mungkin menjaga jarak secara fisik untuk melindungi diri dan orang lain dari infeksi virus corona. RumahCom – Selama pandemi Covid-19, semua orang fokus pada pencegahan penyebaran penyakit terus. Mulai dari menggunakan masker, rajin cuci tangan, hingga social distancing.

Disarankan untuk tetap dirumah saja

Jika memprediksi kasus yang ada di Indonesia, maka tradisi mudik pada hari lebaran menjadi puncak penyebaran yang akan sulit dibendung. Pembatasan berskala besar dibeberapa daerah jika tidak dibarengi dengan penegakan hukum yang kuat maka hasilnya tidak akan maksimal. Oleh sebab itu aturan larangan mudik perlu disosialisakan dan diterapkan kembali. Bagi warga yang baru pulang bepergian dari daerah space terjangkit wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Sekarang, yuk kita simak alasan mengapa kamu perlu menggiatkan gerakan #DiRumahAja untuk melawan pandemi COVID-19. Sangat disarankan untuk mematuhi peraturan tersebut dan tidak keluar rumah jika tidak penting. Partipasi dari semua pihak sangat diperlukan guna menekan angka penyebaran secara global. PRAGMATIC PLAY Menurut penelitian medis, angka 14 hari terkait dengan masa inkubasi dari virus yang menyebabkan penyakit COVID-19. Pandemi virus Corona bisa saja makin parah, namun bisa jadi segera mereda. Hingga kini, penyebaran virus diprediksi belum akan berhenti menjangkiti warga dunia.

Anda atau orang lain dapat menularkan virus tersebut satu sama lain sehingga saat bertemu orang yang Anda kenal, lambaikanlah saja tangan atau lempar senyuman kepada mereka. Setelah melakukan aktivitas apa pun di luar rumah, cuci tangan terlebih dahulu agar tidak ada virus yang menempel pada tangan. Ketika batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan siku yang dilipat atau gunakan tisu sekali pakai. Jika menggunakan tisu, segera buang tisu bekas ke tempat sampah tertutup. Jika Anda harus merawat seseorang yang sedang demam, batuk-batuk, dan mengalami kesulitan bernapas, jangan lupa memakai masker dan, terutama, menjaga kebersihan tangan.

Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi COVID-19 diperkirakan antara 1-14 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus. Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba. Hingga saat ini penelitian menyebutkan bahwa virus penyebab COVID-19 ditularkan melalui kontak dengan tetesan kecil dari saluran pernapasan. Akan tetapi, periode inkubasi virus ini sangat bervariasi di antara orang satu dengan yang lainnya. Masa karantina selama dua minggu yang mengikuti masa inkubasi virus ini penting untuk dilakukan supaya dapat diketahui hasil yang akurat dari kondisi seseorang, Kids.

Comments are closed.