Waspada Penyebaran Covid

Written by Andali on February 17, 2021 in LIP with no comments.

Mobilitas penduduk yang yang tinggi meningkatkan risiko penularan Covid-19. Anies kembali menekankan penularan Covid-19 ini bisa lewat orang yang dikenal maupun tidak dikenal. Oleh karena itu protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan harus tetap dijalankan. [newline]Dewi mengatakan, secara umum ada dua jalur penularan virus corona dalam klaster keluarga, yakni dari orang luar Tembak Ikan Terpercaya rumah yang datang berkunjung dan dari anggota keluarga yang harus keluar rumah untuk kepentingan tertentu, seperti bekerja atau berbelanja ke pasar. Andriyanto memaparkan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari klaster keluarga virus corona. Antara lain; protokol kesehatan Covid-19 sebaiknya juga dilakukan di dalam rumah, apalagi kalau ada keluarga yang baru beraktivitas di ruang publik.

Maka dari itu untuk selesaikan semua pembicaraan dalam sekali pertemuan. Ketika pandemi COVID-19 sudah memasuki bulan ke-9, semangat untuk tidak melonggarkan protokol kesehatan penting. Bagaimanapun, yang menjadi benteng keluarga, lingkaran terkecil yang melingkari seseorang, adalah dirinya sendiri. Menjaga diri dan orang-orang terdekat agar tidak berpotensi terinfeksi virus Corona menjadi keharusan. Di samping itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Banyak sekali klaster keluarga saat pandemi ini

“Untuk anggota keluarga lain, dengan mengambil peran yang sama, saya yakin apa yang kita takutkan tidak akan terjadi. Saya yakin ini semua bisa selesai lebih cepat,” ujar perempuan yang kerap disapa Rerie ini. “Memastikan kita tidak membawa pulang virus, masuk ke dalam rumah dari pakaian atau pun bawarng-barang bawaan kita,” ucapnya. Padahal, lanjut Anies, saat pertemuan dengan orang yang saling kenal termasuk keluarga, tidak berarti penularan lalu terhenti. Menurut Khusmedi, menyelesaikan persoalan gejala sisa pada penyintas Covid-19 juga tidak mudah. Karena virus menyerang organ pernapasan sehingga diperlukan rehabilitasi supaya seseorang kembali sehat seperti semula. Penelitian menunjukkan, orang dengan obesitas memiliki risiko 46 persen lebih tinggi terkena Covid-19.

Jika terpaksa untuk bertemu dengan orang lain atau menghadiri sebuah pertemuan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru, jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan. Memahami bahwa sumber penyebaran dari orang yang suka bepergian ke luar rumah Oleh karenanya, anggota keluarga yang bepergian ini perlu untuk lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Sepulang ke rumah, sebelum bertemu anggota keluarga, pastikan untuk mandi . Himbauan tersebut jelas Iswan Suhendi adalah penerapan PPKM Mikro dan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan menghindari mobilitas warga.

Sebab, anggota keluarga berpotensi membawa virus saat kembali ke lingkungan rumah atau warga. Setelah beraktivitas, walaupun di rumah sekalipun, segera buang masker jika sudah selesai digunakan. Usahakan menggunakan masker yang benar-benar aman bagi kesehatan dan selalu ganti masker setiap hari. Apabila mengalami gejala demam, flu ataupun batuk tetaplah berada di rumah. Jangan pergi ke tempat-tempat umum untuk mencegah penularan virus ke masyarakat.

Di luar rumah, kita melakukan aktivitas dengan orang lain baik yang dikenal maupun tidak. Misalnya, saat berada di transportasi umum, tanpa sadar baju yang kita gunakan bersentuhan dengan barang orang lain atau kita menyentuh barang umum, seperti di kereta, bus atau lainnya. Karena itu, setelah tiba di rumah hindari melakukan kontak langsung dengan orang di rumah. Membatasi interaksi penting karena penularan virus Corona dapat terjadi melalui droplet baik langsung maupun tidak langsung.

Selalu terapkan PHBS , konsumsi makanan bergizi, dan selalu rutin cuci tangan menggunakan sabun selama 20 detik. Namun, keluarga seharusnya tetap menjadi benteng utama untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Faktanya saat ini, keluarga justru bisa menjadi sumber penularan karena tingginya mobilitas keluarga untuk kepentingan wisata atau kumpul bersama keluarga besar. Kini sudah mulai banyak mobilitas, bukan hanya particular person untuk kepentingan bekerja, tapi mulai terjadi peningkatan mobilitas untuk kepentingan wisata bersama keluarga. Presiden Joko Widodo meminta pembelajaran tatap muka hanya boleh dilaksanakan maksimal 25% dari whole siswa. Tidak boleh dilakukan lebih dari dua hari dalam sepekan, dan setiap hari maksimal hanya dua jam pembelajaran tatap muka.

Comments are closed.